top of page

PERANG

Perang menyebabkan hilangnya pekerjaan tetap dan banyak wanita menjadi janda. Pendidikan terganggu, dengan sekolah-sekolah swasta dan Belanda berhenti beroperasi. Pemerintah Surabaya berupaya membangun kembali kota, termasuk menghidupkan kembali ANIEM untuk rehabilitasi listrik.

Ketakutan perang membuat banyak orang mengungsi, dan saat kembali, mereka menemukan tempat tinggalnya telah dihuni orang lain. Banyak yang tidak memiliki surat kepemilikan tanah, sehingga terpaksa tinggal di tempat-tempat tidak layak. Jumlah penduduk meningkat, menyebabkan ledakan populasi dan tingginya tingkat kriminalitas. Toko-toko milik warga Tionghoa dirampas, dan kekerasan meningkat. Meskipun demikian, Surabaya berhasil bangkit dan menjadi kota yang lebih besar dan sibuk.

MUSBAYA PNG PUTIH.png

Dinamika transportasi di Surabaya

Perkembangan moda transportasi di Surabaya sangat dipengaruhi oleh pemerintah kolonial Belanda, yang menjadikan kota ini sebagai pusat pengumpulan hasil perkebunan sebelum diekspor. Awalnya, transportasi utama menggunakan sungai Kali Mas dengan perahu, tetapi setelah pembangunan Jalan Raya Pos oleh Daendels, transportasi darat mulai berkembang. Dokar dan cikar menjadi moda transportasi utama, meskipun mengakibatkan masalah kebersihan.

Seiring kemajuan industri, transportasi di Surabaya semakin beragam, termasuk kereta api, trem, sepeda, dan kendaraan bermotor. Sepeda menjadi populer pada tahun 1910, sementara kendaraan bermotor pertama kali muncul pada tahun 1893. Pada awal abad ke-20, taksi dan autobus mulai bermunculan, dengan jumlah taksi meningkat dari 400 unit pada tahun 1925 menjadi 750 unit pada tahun 1927.

Pada tahun 1941, becak mulai menggantikan dokar, dengan jumlahnya meningkat pesat. Namun, becak kemudian tergeser oleh helicak pada tahun 1976, yang diizinkan beroperasi di jalan protokol. Pada tahun 1988, helicak digantikan oleh Angguna, kendaraan baru yang beroperasi dengan kapasitas empat orang. Meskipun Angguna diharapkan meningkatkan kesejahteraan mantan pengemudi helicak, kehadirannya juga berkontribusi pada kemacetan lalu lintas di Surabaya.

bottom of page