


TENTARA
MONGOL
Peristiwa kedatangan tentara Mongol tercatat dalam sebuah prasasti Pasir Kapal dan prasasti Pasir Cina. prasasti itu menuliskan bahwa “terdapat 500 kapal bersandar selama 10 hari di pulau Serutu dan akan menaklukan raja Jawa tertanggal pada 25 Februari 1293”. Peristiwa penting itu menjadi hari jadi Surabaya berdasarkan SK Walikota nomor: 64/WK/75, pada tanggal 31 Mei 1293.
Kekalahan tentara Mongol menjadi tanda dimulainya masa kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Raden Wijaya sebagai raja pertama. Kekuasaan Majapahit hampir meliputi sebagian besar pulau Jawa. Majapahit menggunakan sungai-sungai besar untuk menghubungkan tempat-tempat perdagangan yang berada di sepanjang perairan. Nantinya akan mulai muncul permukiman dan kampung yang berkembang menjadi kota pusat perdagangan, pelayaran, dan penyebrangan antar daerah. Hal ini diceritakan dalam prasasti Canggu yang dibuat pada masa Hayam Wuruk.
Inti dari prasasti Canggu adalah bahwa daerah Surabaya bersama Bukul atau Bungkul, Jambangan, Canggu (Mojokerto), diberi status tanah perdikan atau kawasan yang bebas dari pajak karena area-area ini bertugas melayani jasa penyebrangan.